Rabu, 15 Juni 2011

Metolid

PENGUKURAN
Pengukuran :pemberian “angka” terhadap fenomena dengan mengikuti aturan tertentu
Proses pengukuran : investigasi mengenai ciri-ciri yang mendasari kejadian empiris dan memberi angka atas ciri-ciri tersebut.

PROSES PENGUKURAN
Tiga komponen dalam pengukuran :
•Menentukan kejadian empiris yg diamati (empirical event)
•Penggunaan angka (use of numbers) untuk menggambarkan kejadian
•Menetapkan sejumlah aturan pemetaan (set of mapping rule)

PROSES PENGUKURAN :
•Eksakta :
o objek jelas, kongkrit : mudah diukur dan dipahami
o langsung mengukur objek yang dimaksud
•Sosial :
o objek abstrak : sulit dibayangkan
o diukur melalui ciri-ciri atau atribut objek
JENIS UKURAN
Empat jenis ukuran :
1. Ukuran nominal
 ukuran yang paling sederhana karena tidak menunjukkan tingkat apapun, kecuali sebagai label saja.
 objek dikelompokkan dalam kategori
 Contoh : jenis kelamin
jika pria diberi angka 1 dan wanita diberi anda (angka) 2;
Angka 1 dan 2 disini tidak menunjukkan tingkatan, melainkan hanya tanda atau label saja.

2. Ukuran ordinal
 angka-angka pada ukuran ini telah menyatakan tingkatan.
 mengurutkan obyek dari yang terendah hingga yang tertinggi, atau sebaliknya
 ukuran ini tidak memberikan nilai absolut pada obyek
 hanya memberikan urutan (ranking) yang bersifat relatif.
 Contoh : Nilai ujian 5 mahasiswa (a, b, c, d, e) berturut-turut 60, 50, 100, 70,80
jika diurutkan dari nilai tertinggi , YAITU : c, e,d, a, b

3. Ukuran interval
 pemberian angka pada set obyek yang mempunyai sifat-sifat ukuran nominal dan ordinal dan ditambah satu sifat lain yaitu jarak yang sama
 tidak memberikan jumlah-jumlah yang absolut dari obyek yang diukur.
 Contoh : Nilai ujian 5 mahasiswa (a, b, c, d, e, f) berturut-turut 60, 50, 100, 70, 80
jika dikelompokkan menjadi 3 interval sbb :
BAIK (81 - 100) : c
SEDANG (61 - 80) : e, f
JELEK (41 – 60 ) : a , b

4. Ukuran ratio
 ukuran yang memiliki sifat ketiga ukuran diatas ditambah satu sifat lain yaitu dapat memberikan keterangan tentang nilai absolut dari obyek yang diukur
 mempunyai titik nol sebagai dasar perbandingan dari nilai skala-skala lainnya.
 Karena dimulai dari 0, maka dapat dilakukan operasi aljabar.
 Contoh : Nilai ujian 5 mahasiswa (a, b, c, d, e, f) berturut-turut 60, 50, 100, 70, 80

PENGUMPULAN DATA
Jenis Data
 Primer : Langsung dari sumber pertama , diperoleh dengan metode pengumpulan data
 Sekunder : Tidak langsung dari sumber pertama,telah disusun dalam bentuk tertulis

Kualitas data primer ditentukan :
 Mutu alat pengukur “ validitas & reabilitas”
 Kualifikasi pengumpul data
 Ketertiban prosedur

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan :
 Pengukuran : bersifat kontinyu, diskrit
 Penghitungan : data bersifat diskrit, Contoh : ∑ penduduk

OBSERVASI
 Tujuan : mengamati, mengerti, eksplorasi obyek penelitian
 Obyek : belum banyak diketahui
 Syarat pelaksanaan :
 Pengamatan harus sistematis
 Keadaan obyek waja
 Obyek harus representative
 Pengamatan valid reliable

Perhatikan :
 Rumusan hipotesis dan tujuan penelitian mengarahkan pengamatan
 Teknik pengamatan terkontrol, standar ukuran obyektif
 Pencatatan kondisi pengamatan keterbatasan
 Hindari pengamatan subyektif

Metode pengamatan
 Partisipatif : peneliti menjadi bagian kelompok ŷ diamati
 Non partisipatif : peneliti berada di luar kelompok ŷ diamati

WAWANCARA
 Proses mengumpulkan informasi melalui komunikasi verbal (Tanya jawab)
 Proses komunikasi antara responden dan pewawancara

Ditentukan : saling mengenal atau tidak
Jika tidak saling mengenal, hasil ditentukan :
 Sikap, bakat, pengalaman (P)
 Keahlian (P) agar (R) mau berbicara
 Jenis informasi ŷ dikumpulkan (sensitive)

VALIDITAS DAN REABILITAS
1. Validitas
sejauh mana “ jenis alat ukur ” sesuai untuk mengukur apa yang ingin diukur (ketepatan)
2. Reliabilitas
indeks yang menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya (konsisten)

PENGUKURAN REABILITAS
1. Metode test – retest
- sampel yang sama diukur 2 kali, alat ukur sama
- jarak waktu 2 minggu
- alat ukur ideal jika H1 = H2
- reliabilitas alat ukur korelasi H1 dan H2
- nilai dapat dibandingkan dengan “ tabel angka kritik nilai r “

Keuntungan Metode ini:
- alat ukur dapat dibandingkan secara langsung
- mudah, hasil segera diperoleh

Kelemahan :
- responden dapat mengingat pengukuran pertama

2. Metode test – pretest paralel
• Gunakan 1 obyek, dengan 2 alat ukur
Reliable (kedua alat ukur hasil memberikan hasil yang sama)
• Gunakan 2 obyek, dengan 1 alat ukur

PROPOSAL PENELITIAN
- Usulan penelitian yang diajukan oleh seseorang/instansi/organisasi untuk menghasilkan “output” tertentu

Jenis proposal (pembiayaan) :
1. inisiatif dan kepentingan peneliti sendiri
2. Kepentingan pihak lain ( pesanan dari instansi-instansi )

Proposal penelitian
1. Preliminary Proposal
2. Technical Proposal